EdukasiTehnikal

Sinyal Trading

Apa itu Sinyal Trading? atau Sinyal Perdagangan?

Sinyal perdagangan adalah tanda yang digunakan oleh para trader untuk mengetahui kapan harus memasuki pasar dan kapan harus menutup posisi terbaik. Dalam menentukan sinyal apa yang diberikan harus dilakukan beberapa analisa sederhana melalui penggunaan beberapa fitur dan menu yang tersedia di dalam platform IQ Option. Analisa yang dilakukan dapat menggunakan berbagai alat bantu yang tersedia di dalam platform seperti indikator teknis, atau dengan menggunakan algoritma matematika berdasarkan aksi pasar, mungkin dalam kombinasi dengan faktor-faktor pasar lainnya seperti indikator ekonomi. Para pakar dan analis selalu membicarakan arah perekonomian berdasarkan pembacaan atas indikator-indikator ekonomi penting, dan itu memang pekerjaan mereka. 

Namun, seperti yang Anda ketahui, seringkali prediksi mereka salah. Oleh sebab itu prediksi para pakar tidak selalu benar, maka penting bagi kita sebagai pelaku pasar untuk mengerti dan memperhatikan perkembangan ekonomi dan faktor-faktor yang bisa mempengaruhinya. Sehingga, kita bisa mengambil keputusan yang tepat dalam investasi jangka panjang maupun trading jangka pendek seperti yang terjadi pada Opsi Biner dan Digital.

Untuk memberikan hasil prediksi yang akurat, seorang trader harus mampu melakukan analisis yang komprehensif baik itu analisa fundamental maupun analisa teknis. Namun untuk memakai analisa fundamental tidaklah mudah. Karena mempelajari fundamental perekonomian cakupannya sangat luas dan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menjadi fundamentalis. Analisis Fundamental adalah teknik analisa yang umumnya digunakan oleh investor untuk membantu keputusan jual beli saham. Artikel ini akan membahas tentang Analisis Fundamental dengan cukup menyeluruh. Mulai dari definisi, fungsi, dan berbagai teknik analisis yang digunakan untuk mencari saham terbaik untuk investasi. Dengan membaca artikel ini, Anda memahami tentang penggunaan Analisis Fundamental secara umum.

Analisis Fundamental tidak terbatas untuk saham, bisa juga digunakan untuk forex, emas. Caranya saja yang berbeda. Tapi biasanya kalau orang menyebut Analisis Fundamental biasanya merujuk pada saham. Investor yang murni menggunakan aspek fundamental di dalam menentukan keputusan investasinya disebut dengan Fundamentalist.

Analisis Fundamental memiliki beberapa kegunaan di dalam investasi saham, antara lain:

  1. Mendeteksi saat yang tepat untuk masuk atau keluar dari pasar saha

Dengan mengetahui bagaimana kondisi ekonomi negara, kita dapat mengetahui kapan kita harus berinvestasi. 

  1. Membantu memilih saham yang baik untuk investasi

Dengan analisis industri dan keuangan perusahaan kita dapat terhindar dari memiliki perusahaan yang fundamentalnya kurang jelas

  1. Mengetahui harga wajar suatu saham

Analisis Fundamental dapat digunakan untuk mengetahui valuasi saham, yaitu berapa nominal rupiah saham itu layak dihargai.

Seberapa Penting Indikator Ekonomi?

Tidak bisa dipungkiri, kalau analisa fundamental memang berperan untuk melihat kehidupan ekonomi suatu negara, maka analisa fundamental/analisa market ini bisa dipakai dalam analisa perdagangan. Sebagai trader pemakaian indikator ekonomi berguna untuk menilai sentimen positif maupun negatif terhadap kebijakan perekonomian suatu negara yang dapat memberi pengaruh pada nilai mata uangnya. Untuk memahami indikator ekonomi Anda bisa membuat analisa market lalu menyimpulkan pengaruhnya terhadap pasangan mata uang yang diperdagangkan.

Apa saja Indikator Ekonomi?

Berikut 4 indikator ekonomi penting yang sudah diringkas, dengan bahasa ekonomi yang sudah disederhanakan.

Produk Domestik Bruto (PDB) 

Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product merupakan indikator ekonomi yang paling umum untuk menilai kondisi perekonomian sebuah negara. Sebagai ukuran keseluruhan dari total produksi ekonomi suatu negara, PDB menggambarkan nilai pasar dari semua barang dan jasa yang diproduksi pada periode waktu terukur. PDB adalah indikator ekonomi yang menggambarkan tentang kesehatan ekonomi yang selalu menggerakkan pasar. Para ekonom, analis, dan investor paling sering mengikuti dan membahas PDB.

Biro Analisis Ekonomi membuat analisis dokumen sendiri pada setiap rilis PDB, yang merupakan analisis besar bagi investor untuk analisa market berupa angka dan tren, dan membaca highlights (rangkuman) dari rilis yang sangat panjang.

Laporan Penjualan Retail

Laporan penjualan retail dapat menyebabkan kenaikan volatilitas di pasar saham. Sebagai alat prediksi tekanan inflasi, ini dapat membantu investor untuk memikirkan kembali tentang kemungkinan penurunan atau kenaikan suku bunga Fed, tergantung pada arah trend yang mendasarinya.

Salah satu faktor yang paling penting adalah investor harus mengetahui seberapa jauh angka yang dilaporkan dari nomor konsensus yang disebutkan. Secara umum, pasar saham tidak menyukai adanya lonjakan. Bahkan ketika ekonomi sedang berjalan dengan baik, karena bisa memicu penjualan saham dan obligasi, karena kekhawatiran inflasi akan dianggap lebih tinggi dari yang diharapkan. Laporan penjualan retail menyediakan informasi industri secara rinci dan benar-benar dapat menggerakkan pasar.

Laporan Produksi Industri

Laporan Produksi Industri merupakan indikator ekonomi yang menunjukan fluktuasi dalam produksi di industri seperti pabrik dan utilitas. Laporan ini melihat produksi secara rinci dalam kaitannya dengan apa potensi kapasitas produksi selama periode waktu. Ketika suatu negara memproduksi pada kapasitas maksimum secara positif mempengaruhi nilai mata uang dan dianggap sebagai kondisi yang ideal. 

Consumer Price Index (CPI) 

Indeks Harga Konsumen atau Consumer Price Index (CPI) adalah indikator ekonomi yang menjadi patokan inflasi bagi ekonomi AS. Laporan ini akan sering bergerak, baik di ekuitas dan pendapatan tetap pasar, dan baik di hari rilisnya. Bahkan, ini menetapkan arah baru dalam pasar untuk bulan-bulan mendatang. 

CPI memberikan gambaran yang paling menjadi pengaruh terhadap pergerakan Fed Rate yang akan datang. Ini dapat memberitahu apakah suatu negara membuat atau kehilangan uang pada produk dan layanan mereka, ekspor negara sangat penting untuk dicermati. Karena jumlah ekspor dapat mendeskripsikan menguatnya atau melemahnya nilai mata uang.

Neraca Pembayaran 

Neraca pembayaran sebuah negara dapat diibaratkan Neraca Keuangan sebuah perusahaan. Semakin bagus Neraca Pembayaran, maka semakin kuatlah ketahanan mata uang suatu negara dalam menghadapi gejolak ekonomi. Selain itu, ada baiknya juga memeriksa apakah Neraca Pembayaran itu didukung oleh deposit dana yang mudah keluar lagi dari suatu negara (hot money) ataukah akumulasi investasi langsung jangka panjang yang bersifat lebih permanen. Neraca Pembayaran biasanya dapat ditilik dari data Current Account Balance (CAB) serta rasio Current Account to-GDP masing-masing negara yang dipublikasikan secara berkala. Negara-negara dengan surplus CAB dan rasio tinggi, biasanya dipandang sebagai kawasan dengan perekonomian tangguh.  Dengan membandingkan suku bunga dan Neraca Pembayaran, maka kita dapat memutuskan tindakan berdasarkan dua skenario analisis fundamental: Ketika perekonomian dunia berada pada akhir fase Pemulihan dan awal fase Puncak, minat risiko meningkat, sehingga pelaku pasar akan cenderung menjual mata uang dengan kondisi fundamental kuat dan suku bunga rendah. Sebaliknya, mereka justru akan membeli mata uang dengan suku bunga lebih tinggi, meskipun fundamentalnya mungkin lebih lemah. Ketika perekonomian dunia mengalami fase Resesi dan Kelesuan, maka pelaku pasar cenderung cari aman dengan membeli mata uang dengan Neraca Pembayaran kuat. Di saat yang sama, mereka akan menjual mata uang dengan suku bunga lebih tinggi yang negaranya memiliki Neraca Pembayaran buruk. 

Inovasi Teknologi dan Kondisi Politik 

Selain kondisi ekonomi itu sendiri, sentimen pasar seringkali dipengaruhi oleh inovasi teknologi serta kondisi politik dan pertahanan-keamanan (hankam). Meskipun pengaruhnya tidak langsung, tetapi perlu diwaspadai dalam melakukan analisis fundamental.  Umpamanya, kemajuan teknologi informasi (IT) di Amerika Serikat telah melahirkan banyak perusahaan top yang masuk ke jajaran saham blue chip terunggul, seperti Alphabet (Google), Apple, Facebook, dan lain sebagainya. Keunggulan kompetitif perusahaan-perusahaan tersebut mengundang investasi asing terus menerus mengalir ke AS dan mendorong pertumbuhan pesat. Sebaliknya, negara-negara berkembang seperti Indonesia justru mengalami kesulitan mengejar perkembangan teknologi dan mempertahankan stabilitas fundamental ekonomi.  

Keuntungan bagi Trader Melakukan Analisa Fundamental

Indikator ekonomi di atas dirilis secara berkala. Yang perlu diperhatikan adalah kapan indikator ekonomi tersebut keluar. Keuntungannya analisa fundamental berdasarkan indikator ekonomi adalah dapat memberikan data-data detail untuk memperkuat dalam analisa market. Analisa fundamental memang tidak mudah, tapi sangat bermanfaat.

Kemungkinan besar pergerakan harga bisa sangat volatil jika berita yang dirilis sangat signifikan. Salah satu contoh analisa fundamental yang paling dinanti trader forex adalah berita Non-Farm Payroll. Laporan yang dirilis adalah perbandingan antara upah mingguan yang dibayarkan kepada komponen Non-Farm Payroll (NFP) dengan Total Upah yang dibayarkan kepada semua pekerja. Menurut survey jumlah upah yang dibayarkan pada komponen NFP menyumbang 80% Gross Domestic Product (GDP) Amerika Serikat. Laporan NFP berguna bagi pemerintah AS untuk membuat kebijakan ekonomi pemerintahan dan juga memprediksi aktivitas ekonomi di masa mendatang. Laporan ini biasanya dirilis satu bulan sekali setiap hari Jumat pada minggu pertama (awal bulan).

Contoh analisa fundamental Non-Farm Payroll:

Jika hasil Non-Farm Payroll mengalami peningkatan, maka mata uang USD akan menguat karena peningkatan jumlah yang dibayarkan kepada para pekerja, mencerminkan jumlah lapangan kerja yang tersedia bagi penduduk. Dengan meningkatnya jumlah lapangan pekerjaan, maka akan membuat stabilnya perekonomian di negara tersebut. Stabilnya perekonomian akan membuat nilai mata uang negara yang bersangkutan akan naik.

Jika Anda memprediksi hasil Non-Farm Payroll mengalami peningkatan, maka langkah yang dilakukan adalah BUY. Alasannya karena mata uang USD kemungkinan akan menguat jika hasil berita NFP meningkat dari berita NFP sebelumnya. Jika Anda memprediksi hasil Non-Farm Payroll mengalami penurunan, maka langkah yang dilakukan adalah SELL. Alasannya karena mata uang USD kemungkinan akan melemah jika hasil berita NFP menurun dari berita NFP sebelumnya.

Kesimpulan  

Cara benar menganalisa fundamental bukanlah dengan menggunakan bagus atau jeleknya data ekonomi tertentu sebagai pemicu buy atau sell. Trader harus memperhatikan data-data tersebut secara historis, data ekonomi lainnya dari negara tersebut, serta kondisi ekonomi global; baru kemudian mengambil keputusan.  Pada umumnya, pelaku pasar menggunakan analisis fundamental sebagai acuan untuk membuka posisi trading jangka panjang yang berlawanan arah dengan posisi trading mayoritas (counter-trend). Ada tipe pelaku pasar lain yang menggunakan rilis data-data ekonomi sebagai acuan langsung untuk membuka posisi trading jangka pendek, dikenal dengan istilah News Trading. Namun, bagi pengguna cara analisis fundamental orthodox, News Trading acapkali tidak dianggap sebagai cara benar menganalisa fundamental.

Selain itu untuk menghasilkan sinyal perdagangan yang akurat terdapat 6 indikator teknis yang dapat dijadikan sebagai alat untuk menentukan sinyal: 

1. Candlestick 

Salah satu grafik perdagangan paling populer adalah batang lilin Jepang. Sangat mudah untuk membaca dan mengetahui apakah trend pasar sedang naik atau turun. Setiap batang lilin dibentuk dalam jangka waktu tertentu. Dalam IQ Option, rentang waktu ini berkisar antara 5 detik dan 1 bulan. Misalnya, batang lilin 5 detik berkembang hanya selama 5 detik sebelum tongkat lilin 5 detik lainnya mulai berkembang. Urutan lilin inilah yang menciptakan pola harga pada bagan Anda. Tubuh grafik lilin jepang ini terdiri dari dua warna yaitu hijau atau oranye. Pada tepi tubuh merepresentasikan harga pembukaan (O) dan penutupan (C). 

2. Pola Moving Averages

Moving Average merupakan indikator yang berfungsi sebagai penghitung nilai rata-rata pergerakan dari sejumlah data tertentu. Metode menghitung nilai rata-rata bergerak ini pun ada bermacam-macam jenisnya, antara lain Simple Moving Average, Exponential Moving Average, Linear Weighted Moving Average dan lain sebagainya yang masing-masing punya keunggulan sendiri. 

Berikut adalah penjelasan mengenai masing-masing jenis Moving Average tersebut:   

  1. Simple Moving Average Ini merupakan jenis Moving Average yang paling umum digunakan. Cara perhitungannya pun cukup sederhana, yakni dengan menjumlahkan total harga selama satu periode, kemudian membaginya dengan periode waktu yang ditentukan. Misalnya, Anda menggunakan SMA-50 pada Time Frame Daily, maka SMA tersebut merupakan hasil dari perhitungan rata-rata pergerakan 50 Candle dalam kurun waktu 50 hari. Contoh lain jika menggunakan SMA-200, maka SMA tersebut merupakan perhitungan rata-rata pergerakan 200 Candle dalam 200 hari. Semakin besar periode SMA yang digunakan, maka semakin lambat respon indikator terhadap pergerakan harga. Berikut adalah contoh dari penggunaan Indikator Simple Moving Average periode SMA-50 dan SMA-200 pada chart GBP/USD. Dari gambar di bawah, terlihat bagaimana SMA-50 memiliki pergerakan yang lebih responsif ketimbang SMA-200.
  2. Exponential Moving Average Exponential Moving Average (EMA) memiliki perhitungan yang lebih kompleks, serta kemampuan untuk lebih responsif terhadap pergerakan harga terbaru dibandingkan Simple Moving Average. Perhitungannya dilakukan berdasarkan rata-rata pergerakan harga dalam periode tertentu, kemudian ditambahkan lagi dengan multiplier (pembobotan). Anda bisa membaca halaman berikut ini untuk memperdalam wawasan mengenai perhitungan Exponential Moving Average.
  3. Linear Weighted Moving Average Linear Weighted Moving Average (LWMA) adalah opsi lain dari Indikator MA yang banyak digunakan oleh trader sebagai sarana menentukan Trend. Perhitungan Linear Weighted Moving Average mengacu pada jumlah semua harga penutupan, dikalikan dengan posisi titik data dan dibagi dengan jumlah periode yang digunakan. Contohnya apabila Anda menggunakan Periode 5, maka LWMA akan mengambil harga penutupan saat ini dan mengalikannya dengan lima, lalu harga penutupan kemarin dan mengalikannya dengan empat, begitu seterusnya. Setelah itu dibagi dengan total periode yang digunakan.

3. Bollinger Bands

Bollinger Bands adalah salah satu indikator teknikal untuk mengukur volatilitas dan menentukan arah trend pergerakan harga. Selain arah trend, indikator ini juga digunakan untuk menentukan keadaan jenuh beli (overbought) dan jenuh jual (oversold). Ciri khasnya, dalam kondisi pasar sideways (ranging), harga bergerak diantara dua band (pita).

Indikator Bollinger Bands terdiri dari sebuah Simple Moving Average (SMA) dengan dua band atau pita yang berada di atas dan di bawah garis SMA. Band sebelah atas dinamakan Upper Bollinger Band dan band sebelah bawah dinamakan Lower Bollinger Band.  Upper dan Lower Band ditentukan berdasarkan penambahan dan pengurangan nilai SMA dengan standar deviasi. Sedangkan standar deviasi mengukur volatilitas hingga seberapa jauh harga bisa bergerak dari nilai yang sebenarnya (true value).

Ukuran volatilitas pasar tampak pada lebar band. Jika volatilitas sedang tinggi, maka jarak kedua band akan makin melebar. Biasanya terjadi ketika perubahan kondisi pasar sideways menjadi kondisi trending. Sebaliknya, volatilitas pasar yang rendah tampak pada jarak kedua band yang makin menyempit, dan biasanya terjadi ketika ada perubahan dari kondisi pasar trending menjadi sideways.

4. RSI

RSI (Relative Strength Index) adalah indikator teknikal yang mengukur besarnya perubahan harga dalam periode tertentu untuk menganalisa apakah kondisi di pasar sudah mencapai jenuh jual (oversold) atau jenuh beli (overbought). Indikator RSI terutama digunakan untuk mengidentifikasi level oversold dan overbought sebuah aset investasi, tetapi juga dapat dipakai sebagai penanda munculnya peluang trading. RSI termasuk indikator teknikal tipe Oscillator yang bersifat leading (mendahului pergerakan harga).

5. MACD

Moving Average Convergence Divergence (MACD) adalah sebuah indikator berjenis oscillator yang digunakan secara luas oleh pedagang untuk analisa teknis (TA). MACD adalah alat yang mengikuti tren yang menggunakan pergerakan rata-rata untuk menentukan momentum saham, mata uang digital, atau aset perdagangan lainnya. 

indikator MACD berisikan tiga elemen yang bergerak di sekitar garis nol: Garis MACD (1): membantu menentukan momentum naik atau turun (tren pasar). Hal ini dikalkulasikan dengan mengurangi dua Exponential Moving Average (EMA). Garis sinyal (2): sebuah EMA dari garis MACD (umumnya EMA 9-periode). Penggabungan analisa dari garis sinyal dengan garis MACD dapat membantu dalam menemukan potensi perputaran atau titik masuk dan keluar. Histogram (3): sebuah representasi grafis dari Divergence dan Convergence dari garis MACD. dalam kata lain, histogram dikalkulasikan berdasarkan dengan perbedaan di antara dua garis.

6. Fibonacci 

Disisis lain, pasar bergerak juga karena adanya data fundamental dari negara-negara ekonomi besar. Positif atau negatifnya data-data tersebut bisa menunjukan pasar bergerak bulish (positif) atau bearish (negatif). Dan pasar bisa bergerak atau berfungsi dengan baik karena adanya penjual dan pembeli serta data yang dirilis.

Fungsi utama Fibonacci adalah sebagai penanda level-level Support dan Resistance. Oleh karenanya, meskipun level-level Fibonacci Retracement secara ajaib dapat mematok momen-momen penting dalam histori pergerakan harga, tetapi sebenarnya penggunaan Fibonacci dalam forex harus dilengkapi dengan indikator teknikal (misalnya Moving Average) atau kemampuan membaca pola-pola candlestick.

Back to top button